Scatter Pink

Scatter Hitam

rokokbet

BET4D

scatter hitam

SCATTER PINK

Olahraga Dapat Atasi dan Cegah Postpartum Depression, Ini Penjelasan Studinya!

Olahraga Dapat Atasi dan Cegah Postpartum Depression, Ini Penjelasan Studinya!

Depresi pascapersalinan (postpartum depression/PPD) adalah kondisi yang terjadi sekitar 1 dari 8 ibu setelah melahirkan. Namun sayangnya, diagnosis PPD sering kali terlewatkan. Sehingga bisa saja jumlah kasus ibu yang mengalami depresi lebih tinggi dari yang tercatat

Baca Juga: Berita dalam dan luar negri hari ini

Namun, sebenarnya ada cara untuk membantu mengatasi postpartum depression pada ibu. Menurut jurnal PLOS ONE yang diterbitkan pada 29 November 202, sebuah meta-analisis baru-baru ini menemukan olahraga yang intens setelah melahirkan terbukti efektif dalam mengurangi depresi pascapersalinan. Bahkan, hasilnya lebih baik jika ibu mendapatkan perawatan standar seperti obat antidepresan, psikoterapi, hingga dukungan sosial.

Meta-analisis terbaru ini mencakup 26 penelitian yang terdiri dari 2.867 subjek di 11 negara dan wilayah, termasuk China.
Dikutip dari Healthline, penulis penelitian yakni seorang mahasiswa PhD dan profesor di China University of Geosciences di Wuhan, Renyi Liu, mengungkapkan penelitiannya menemukan olahraga juga dapat berperan mencegah timbulnya PPD.

Baca Juga: Situs Togel Casino

“Kami tetap mengantisipasi hasil positif dari olahraga yang dilakukan, namun efektivitasnya sangat luar biasa. Terutama bila dilakukan dengan intensitas dan frekuensi sedang, sangatlah mengejutkan. Hal ini dapat memperkuat potensi peran olahraga dalam mengelola dan mencegah depresi pascapersalinan,” ungkap Liu.

Para peneliti membandingkan subjek yang berpartisipasi dalam kelas olahraga aerobik, dengan kelompok yang menerima perawatan standar. Jenis latihan yang dipelajari seperti:

Menari
Renang
Bersepeda, berjalan, berlari
Yoga
Olahraga lainnya

Analisis menunjukkan efektivitas olahraga latihan aerobik menunjukkan hasil signifikan dalam pencegahan dan pengobatan depresi pascapersalinan, dibandingkan perawatan standar. Namun, peneliti menekankan hasilnya lebih kuat pada pencegahan, Moms.
Penulis pun mengungkapkan olahraga yang dilakukan objek penelitian adalah 3-4 kali seminggu, dengan intensitas selama 35-45 menit. Dan semua bentuk olahraga yang diteliti itu efektif dalam mengobati dan mencegah depresi pascapersalinan, kecuali kelompok yoga.
“Berdasarkan temuan penelitian kami, memulai program olahraga selama kehamilan dan melanjutkannya setelah melahirkan tampaknya sangat bermanfaat,” tutur Liu.
“Namun, kondisi setiap individu berbeda-beda. Dan disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar bisa menyesuaikan rekomendasi olahraga berdasarkan kebutuhan dan kondisi tertentu,” lanjut dia.
Akan tetapi, Liu mengingatkan penelitian yang dilakukannya tetap memiliki bias. Sebab, ada faktor lain yang berperan dalam hasil penelitian, seperti intervensi dan karakteristik peserta yang diteliti.
Misalnya, penelitian mereka menemukan kelompok wanita yang melakukan yoga tidak terlalu menunjukkan perbaikan signifikan dalam mengatasi depresi pascapersalinan. Namun, Liu menilai yoga masih menjadi pilihan olahraga yang layak setelah hamil. Sehingga, ia menilai tetap diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu perawatan terbaik dalam mencegah dan mengatasi wanita dengan depresi pascapersalinan.

Ibu dengan Postpartum Depression Berat Tetap Perlu Pengobatan

Meski begitu, para ahli juga perlu mengingatkan meski manfaatnya sangat banyak, olahraga bukanlah pengganti pengobatan utama pada ibu dengan depresi pascapersalinan. Terutama yang mengalami kasus depresi yang parah.
Ya Moms, pada kasus postpartum depression yang parah, maka dampaknya bisa mengganggu kemampuan seseorang. Sehingga, diperlukan pengobatan dengan antidepresan untuk mengurangi gejalanya.
Menurut Psikolog Klinis Dr. Eynav Accortt, PhD, di Cedars-Sinai di Los Angeles, menilai psikoterapi dan antidepresan tetap diperlukan untuk mengatasi wanita dengan kondisi tersebut. Sementara olahraga merupakan terapi tambahan, yang dikombinasikan dengan perawatan psikologis dan medis lainnya.
“Olahraga bukanlah pengobatan untuk depresi dan kecemasan pascapersalinan sedang hingga berat,” tegas Accortt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *